Senin, 26 Mei 2014

LAPORAN KIMIA SIFAT KOLIGATIF LARUTAN


LAPORAN KIMIA
SIFAT KOAGULATIF LARUTAN










 




                                



















                                                                                 Oleh
Nama
:
Rochayati
No.
:
14
Kelas
:
XII IPA1



SMA Negeri 1 Sentolo

Alamat : Ploso, Banguncipto, Sentolo, KP



DASAR TEORI
 

Gambaran umum sifat koligatif
Sifat  koligatif  larutan  adalah  sifat  larutan  yang  tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).
Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.
Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan - Di alam bebas hampir tidak ditemukan zat cair murni 100 %. Hampir semua cairan yang ada di bumi berbentuk larutan atau campuran. Larutan merupakan campuran yang homogen, yaitu suatu campuran serba sama, antara zat terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent), sehingga tidak dapat dibedakan satu sama lain. Adanya zat terlarut di dalam pelarut menyebabkan perubahan sifat fisik pada pelarut dan larutan tersebut. Sifat fisik yang mengalami perubahan misalnya penurunan tekanan uap, penurunan titik didih, kenaikan titik didih, dan tekanan osmosis.
Ada banyak hal yang menyebabkan larutan mempunyai sifat yang berbeda dengan pelarutnya. Salah satu sifat terpenting dari larutan adalah sifat koligatif larutan. Sifat koligatif didefinisikan sebagai sifat fisik larutan yang hanya ditentukan oleh jumlah partikel dalam larutan dan tidak tergantung jenis partikelnya.
Beberapa sifat koligatif yang akan dibicarakan dalam bab ini meliputi penurunan tekanan uap pelarut, penurunan titik beku larutan, kenaikan titik didih larutan, dan tekanan osmosis larutan. Misalnya kristal garam. Kristal garam diperoleh dari air laut yang diuapkan. Kristal garam tersebut, jika dilarutkan dalam air berubah menjadi partikel yang sangat kecil, sehingga garam dapat larut dalam air. Larutan garam merupakan campuran homogen.


































HASIL PENGAMATAN

A.    Tujuan
Membuat larutan suatu zat dengan volume dan konsentrasi tertentu.

B.     Alat dan Bahan
Alat
Ukuran
Jumlah
Neraca
-
1
Labu ukur
100mL/ 250 mL
1/1
Pengaduk
-
1
Kaca arloji
-
2
Pipet tetes
Biasa
1
Gelas kimia
250mL
3
Spatula
-
1
Gelas ukur
50mL/ 100mL
1/1

Bahan
Ukuran
Jumlah
Kristal NaCl
-
Gram
air
-
1 L

C.    Langkah Kerja
Cara kerja 1 :
Ø  Hitunglah massa zat yang diperlukan dengan rumus
m = M x Mr zat x V
Ø  Timbanglah massa zat yang diperlukan sesuai hitungan.
Ø  Larutkan zat tersebut dengan aquades dalam gelas kimia kira- kira ½ dari volume larutan yang akan dibuat dan diaduk hingga semua larut.
Ø  Masukkan larutan yang terjadi dalam labu ukur yang sesuai dan tambahkan aquades hingga batas volume.
Ø  Gojok larutan tersebut hingga homogen.

Nama zat
Warna Kristal
Massa yang ditimbang
Perubahan selama pelarutan
Warna larutan






Cara kerja 2 :
Ø  Hitung volume larutan yang akan diencerkan dengan rumus
(v1 x M1= v2 x M2)
Ø  Ambil dan ukur volume larutan pekat yang akan diencerkan sesuai hitungan (v1).
Ø  Masukkan larutan tersebut kedalam labu ukur yang sesuai kemudian tambah air hingga batas volume yang ada (v2).
Ø  Gojok larutan tersebut hingga homogen.

Larutan pekat
Warna larutan sebelum pengenceran
Volume yang akan diencerkan
Perubahan selama pelarutan
Warna larutan setelah pengenceran

























D.    Hasil Pengamatan
Table hasil pengamatan
v  Percobaan : membuat larutan dari Kristal zat padat

Nama zat
Warna Kristal
Massa yang ditimbang
Perubahan selama pelarutan
Warna larutan
NaCl
Putih keruh
0,73
m= 0,1x 40x250
   = 1 gr
Putih bening
Putih bening

v  Percobaan : membuat larutan dari larutan yang lebih pekat yang diketahui konsentrasinya. (pengenceran)

Larutan pekat
Warna larutan sebelum pengenceran
Volume yang akan diencerkan
Perubahan selama pelarutan
Warna larutan setelah pengenceran
NaCl
Putih bening
v1xM1=v2xM2
V1x0,05=250x0,01
v1=(250x0,01)/0,05
    =50mL
Putih bening
Putih bening


E.     KESIMPULAN
*      Pada percobaan membuat larutan dari kristal zat padat, volume larutan tetap sedangkan jumlah zat pelarutannya berubah.
*      Pada percobaan membuat larutan dari larutan yang lebih pekat yang diketahui konsentrasinya (pengenceran), jumlah zat terlarut tetap yang berubah jumlah zat pelarut sehingga volume larutan berubah.

1 komentar:

  1. hai..Nice post.
    visit back to my blog ya Rohaa,
    youngkwang405.blogspot.com hhe :)

    BalasHapus