LAPORAN
KIMIA
SIFAT
KOAGULATIF LARUTAN
Oleh
|
Nama
|
:
|
Rochayati
|
|
No.
|
:
|
14
|
|
Kelas
|
:
|
XII
IPA1
|
SMA Negeri 1 Sentolo
Alamat
: Ploso, Banguncipto, Sentolo, KP
DASAR
TEORI
Gambaran
umum sifat koligatif
Sifat koligatif larutan adalah sifat
larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut
tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi
zat terlarut).
Banyaknya
partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan
itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan
jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama.
Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan
larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat
koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan
sifat koligatif larutan elektrolit.
Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Non
Elektrolit, Contoh Soal, Pembahasan - Di alam bebas hampir tidak
ditemukan zat cair murni 100 %. Hampir semua cairan yang ada di bumi
berbentuk larutan atau campuran. Larutan merupakan campuran yang homogen,
yaitu suatu campuran serba sama, antara zat terlarut (solute) dan
zat pelarut (solvent), sehingga tidak dapat dibedakan satu sama
lain. Adanya zat terlarut di dalam pelarut menyebabkan
perubahan sifat fisik pada pelarut dan larutan tersebut. Sifat fisik
yang mengalami perubahan misalnya penurunan tekanan uap, penurunan
titik didih, kenaikan titik didih, dan tekanan osmosis.
Ada banyak hal yang
menyebabkan larutan mempunyai sifat yang berbeda dengan pelarutnya. Salah
satu sifat terpenting dari larutan adalah sifat koligatif larutan. Sifat
koligatif didefinisikan sebagai sifat fisik larutan yang hanya ditentukan
oleh jumlah partikel dalam larutan dan tidak tergantung jenis partikelnya.
Beberapa sifat koligatif
yang akan dibicarakan dalam bab ini meliputi penurunan tekanan uap
pelarut, penurunan titik beku larutan, kenaikan titik didih larutan, dan
tekanan osmosis larutan. Misalnya kristal garam. Kristal garam diperoleh
dari air laut yang diuapkan. Kristal garam tersebut, jika
dilarutkan dalam air berubah menjadi partikel yang sangat
kecil, sehingga garam dapat larut dalam air.
Larutan garam merupakan campuran homogen.
HASIL
PENGAMATAN
A.
Tujuan
Membuat larutan suatu
zat dengan volume dan konsentrasi tertentu.
B.
Alat
dan Bahan
|
Alat
|
Ukuran
|
Jumlah
|
|
Neraca
|
-
|
1
|
|
Labu ukur
|
100mL/
250 mL
|
1/1
|
|
Pengaduk
|
-
|
1
|
|
Kaca arloji
|
-
|
2
|
|
Pipet tetes
|
Biasa
|
1
|
|
Gelas kimia
|
250mL
|
3
|
|
Spatula
|
-
|
1
|
|
Gelas ukur
|
50mL/
100mL
|
1/1
|
|
Bahan
|
Ukuran
|
Jumlah
|
|
Kristal NaCl
|
-
|
Gram
|
|
air
|
-
|
1
L
|
C.
Langkah
Kerja
Cara kerja 1 :
Ø Hitunglah
massa zat yang diperlukan dengan rumus
m = M x Mr zat x V
Ø Timbanglah
massa zat yang diperlukan sesuai hitungan.
Ø Larutkan
zat tersebut dengan aquades dalam gelas kimia kira- kira ½ dari volume larutan
yang akan dibuat dan diaduk hingga semua larut.
Ø Masukkan
larutan yang terjadi dalam labu ukur yang sesuai dan tambahkan aquades hingga
batas volume.
Ø Gojok
larutan tersebut hingga homogen.
|
Nama zat
|
Warna Kristal
|
Massa yang ditimbang
|
Perubahan selama pelarutan
|
Warna larutan
|
|
|
|
|
|
|
Cara
kerja 2 :
Ø Hitung
volume larutan yang akan diencerkan dengan rumus
(v1 x M1= v2 x M2)
Ø Ambil
dan ukur volume larutan pekat yang akan diencerkan sesuai hitungan (v1).
Ø Masukkan
larutan tersebut kedalam labu ukur yang sesuai kemudian tambah air hingga batas
volume yang ada (v2).
Ø Gojok
larutan tersebut hingga homogen.
|
Larutan pekat
|
Warna larutan sebelum pengenceran
|
Volume yang akan diencerkan
|
Perubahan selama pelarutan
|
Warna larutan setelah pengenceran
|
|
|
|
|
|
|
D.
Hasil
Pengamatan
Table hasil pengamatan
v Percobaan
: membuat larutan dari Kristal zat padat
|
Nama zat
|
Warna Kristal
|
Massa yang ditimbang
|
Perubahan selama pelarutan
|
Warna larutan
|
|
NaCl
|
Putih
keruh
|
0,73
m=
0,1x 40x250
= 1 gr
|
Putih
bening
|
Putih bening
|
v Percobaan
: membuat larutan dari larutan yang lebih pekat yang diketahui konsentrasinya.
(pengenceran)
|
Larutan pekat
|
Warna larutan sebelum pengenceran
|
Volume yang akan diencerkan
|
Perubahan selama pelarutan
|
Warna larutan setelah pengenceran
|
|
NaCl
|
Putih
bening
|
v1xM1=v2xM2
V1x0,05=250x0,01
v1=(250x0,01)/0,05
=50mL
|
Putih
bening
|
Putih
bening
|
E.
KESIMPULAN
hai..Nice post.
BalasHapusvisit back to my blog ya Rohaa,
youngkwang405.blogspot.com hhe :)