Senin, 26 Mei 2014

laporan fluida


DASAR TEORI
Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menemukan bahwa benda yang dimasukan ke dalam fluida seperti air misalnya, memiliki berat yang lebih kecil daripada ketika benda tidak berada di dalam fluida tersebut. Gaya apung terjadi karena adanya perbedaan tekanan fluida pada kedalaman yang berbeda. Semakin dalam fluida (zat cair), semakin besar tekanan fluida tersebut. Ketika sebuah benda dimasukkan ke dalam fluida, maka akan terdapat perbedaan tekanan antara fluida pada bagian atas benda dan fluida pada bagian bawah benda. Fluida yang terletak pada bagian bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar daripada fluida yang berada di bagian atas benda.
fluida yang berada dibagian bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar daripada fluida yang terletak pada bagian atas benda. Hal ini disebabkan karena fluida yang berada di bawah benda memiliki kedalaman yang lebih besar daripada fluida yang berada di atas benda (h2 > h1).
Prinsip Archimedes menyatakan bahwa :
Ketika sebuah benda tercelup seluruhnya atau sebagian di dalam zat cair, zat cair akan memberikan gaya ke atas (gaya apung) pada benda, di mana besarnya gaya ke atas (gaya apung) sama dengan berat zat cair yang dipindahkan.


Mengapung, Melayang, dan Tenggelam
   a.    Mengapung
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan terapung jika berat benda (w) lebih kecil dari gaya ke atas (Fa). Misalnya, jika sebuah batang kayu dijatuhkan ke dalam air, mula-mula kayu tersebut akan masuk seluruhnya ke dalam air, selanjutnya kayu tersebut akan muncul ke permukaan air dan hanya sebagian kayu yang masuk ke dalam air. Dalam keadaan demikian, gaya ke atas pada kayu lebih besar dengan berat kayu (Fa > w).
   b.    Melayang
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan melayang jika berat benda (w) sama dengan gaya ke atas (Fa) atu benda tersebut tersebut dalam keadaan setimbang. Misalnya, masukkan sebutir telur ke dalam wadah berisi air, telur tersebut akan tenggelam. Kemudian, larutkan garam dapur ke dalam air. Setelah air tenang, perlahan-lahan telur tersebut naik dan akhirnya melayang. Ketika telur tenggelam, gaya apung tidak cukup kuat menahan telur untuk mengapung atau melayang. Setelah ditambahkan garam dapur, massa jenis air menjadi sama dengan massa jenis telur. Oleh karena itu, telur melayang. Gaya apung telur sama dengan beratnya (Fa = w).
   c.  Tenggelam
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan tenggelam jika berat benda (w) lebih besar dari gaya ke atas (Fa). Misalnya, uang logam akan tenggelam jika dimasukkan ke dalam air. Pada logam, sebenarnya terdapat sebuah gaya apung, tetapi gaya ini tidak cukup kuat untuk menahan uang logam melayang atau mengapung. Jadi dalam keadaan tenggelam, gaya apung yang bekerja pada suatu benda lebih kecil daripada berat benda (Fa < w).

PENGARUH GLOBALISASI BAGI MASYARAKAT


MAKALAH
PENGARUH GLOBALISASI BAGI MASYARAKAT


di susun oleh
nama
:
Rochayati
no.
:
14
kelas
:
XII IPA 1
SMA Negeri 1 Sentolo
Alamat : Plasa, Banguncipto, Sentolo KP
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah- Nya sehingga karya tulis yang berjudul MAKALAH PENGARUH GLOBALISASI BAGI MASYARAKAT ini dapat diselesaikan dengan baik.
Karya tulis ini disusun dalam rangka memenuhi tugas semester genap. Dalam penyelesaian karya tulis ini, saya mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1.    Ibu Siti Aminah S.Pd., selaku guru mata pelajaran PKn,
2.    Semua teman- teman yang telah membantu dalam penulisan karya tulis ini.
Saya menyadari bahwa tak ada gading yang tak retak. Karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan guna menyempurnakan karya tulis saya.
Semoga makalah pengaruh globalisasi bagi masyarakat ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dan pembaca pada khususnya.



Hormat saya,

Rochayati






DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………...… i
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………... 1
1.1  Latar Belakang ……………………………………………………………... 1
BAB II ISI …………………………………………………………………………...… 2
1.2  Tanda- tanda Globalisasi …………………………………………...…....… 2
1.3  Aspek- aspek Globalisasi …………………………………………...…...… 2
1.4  Pengaruh Globalisasi ………………………………………………..…..… 3
1.5  Sisi Positif dan Sisi Negatif Globalisasi …………………………..……..... 4
1.6  Sikap terhadap Globalisasi ……………………………………………...… 6
1.7  Implikasi Globalisasi terhadap Bangsa dan Negara …………….…….....…7
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………….…… 8











BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, Globalisasi adalah proses masuk ke ruang lingkup dunia. Globalisasi berasal dari kata globe/global yaitu dunia atau bola dunia.  Dapat pula diartikan sebagai hal-hal kejadian secara  menyeluruh dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi batas-batas yang mengikat secara nyata.
Globalisasi adalah suatu keadaan yang mendunia dimana hubungan sosial dan saling ketergantungan antar negara dan antar manusia semakin besar, batas-batas kedaulatan suatu negara dan bangsa menjadi kabur serta keputusan atau kegiatan dibelahan dunia yang satu dapat mempengaruhi keputusan belahan dunia yang lain.
Secara literal, globalisasi adalah sebuah perubahan sosial berupa bertambahnya keterkaitan diantara masyarakat dan elemen-elemennya yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan tekhnologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional.


BAB II ISI

2.1 Tanda-tanda globalisasi :
a.       Meningkatnya perdagangan global.
b.      Meningkatnya aliran modal Internasional,investasi langsung luar negeri.
c.       Meningkatnya aliran data lintas batasmelaui internet,telepon dan satelit komunikasi.
d.      Adanya desakan dari belahan bumi lain untuk mengadili penjahat perang, menyerukan keadilan.
e.       Meningatnya pertukaran budaya internasional melaui felm hollywood, bollywood dan mandarin.
f.       Menyebarnya pahammultikulturalisme sereta semakin besar akses individu terhadap berbagai macam budaya.
g.      Meningkatnya perjhalanan turis lintas negara.
h.      Meningkatnya imigrasi termasuk yang ilegal.
i.        Berkembangnya infrastruktur telekomunikasi global.
j.        Berkembangnya sistem keuangan global.

2.2    Aspek- Aspek Globalisasi :

1. Globalisasi Informasi dan Komunikasi
Informasi dan komunikasi yang didukung tekhnologi canggih semakin efisien dan efektif.  Contoh : Telepon, Radio, Televisi, Internet dapat mengatasi jarak jauh menjadi dekat, dapat digunakan berkomunikasi antar warga suatu negara dengan warga negara lain yang saling berjauhan.

2. Globalisasi Ekonomi
Globalisasi ekonomi merupakan pengintegrasian ekonomi nasional bangsa- bangsa kedalam sistem ekonomi global baik yang menyangkut pasokan, permintaan transportasi, tenaga kerja, bahan mentah, distribusi serta pemasaran.  Globalisasi ekonomi menghendaki persaingan bebas melalui mekanisme pasar sehingga mekanisme dasar itulah yang menentukan apakah produk dari sebuah negara dapat bersaing atau tidak. 

3. Globalisasi Hukum
Globalisasi adalah  mengaburkan batas- batas kenegaraan dibidang hukum sehingga tidak ada lagi negara yang dapat mengklaim bahwa ia menganut sistem hukum nasional secara absolut.

4. Globalisasi Politik
Globalisasi politik menyangkut isu demokratisasi dan hak asasi manusia.  Kesadaran warga negara diberbagai belahan dunia untuk berpartisipasi di bidang politik semakin meningkat, demikian halnya dengan HAM yaitu kemampuan dan kesadaran untuk menghargai HAM dan menegakkannya semakin tumbuh dimana-mana.
 
5. Globalisasi Ilmu Pengetahuan
IPTEK menjadi sumber kekuatan untuk mewujudkan kemakmuran.  Globalisasi IPTEK memunculkan kesadaran pentingnya pemamfaatan ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk mengolah potensi alam untuk kemaslahatan hidup orang banyak.  Seperti rekayasa genetika, kloning, perkembangan komputer, dll.

6. Globalisasi Budaya
  Globalisasi budaya melalui TV, film, musik, dll menyebabkan pertemuannya budaya- budaya dari berbagai negara yang dapat menyebabkan  fusi atau peleburan menjadi budaya baru yang produktif. Globalisasi dapat membantu menegakkan kembali asal usul etnis, membangkitkan tradisi dan landasan- landasan religius.

7. Globalisasi Agama :
Globalisasi dapat menyentuh agama- agama, terutama yang berkaitan dengan norma, nilai, dan makna agama. Disatu sisi dengan kemajuan informasi dan telekomunikasi dapat berakibat positif bagi agama- agama, misalnya, penyiaran nilai- nilai agama dan sebaliknya menyiarkan jauh dari nilai keagamaan serta dapat menimbulkan singkritisme atau mencari alternatif kepercayaan lainnya yang mereka yakini.

2.3              Pengaruh Globalisasi :

1. Bidang politik :
ü  Menyebarnya nilai politik barat seperti unjuk rasa yang kadang mengabaikan kepentingan umum.
ü  Lunturnya nilai politik yang bersifat kekeluargaan, mufakat, dan gotong royong.
ü  Politik seperti tirani, dictator mayoritas.
ü  Akuntabilitas jabatan publik semakin mendapat sorotan masyarakat.
ü  Semakin banyak parpol, LSM yang menyuarakan HAM, lingkungan yang ditunggangi pihak tertentu.
ü  Melemahnya kedaulatan Negara.
ü  Masalah lokal selalu dikaitkan ke dalam konteks global.
ü  Organisasi internasional sangat berkuasa.
ü  Hubungan Internasional lancer, multi sentris dan saling ketergantungan.

2. Bidang Ekonomi :
ü Modal besar semakib kuat yang lemah tersingkir.
ü Pemerintah sebagai regulasi (penata, pengatur ) ekonomi yag ditetapkan menurut kemauan pasar.
ü Berkurangnya subsidi terhadap sektor ekonomi rakyat.
ü Persaingan harga dan kualitas semakin tinggi sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
ü Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan dan komoditi lainnya.
ü Investasi asing langsung.
ü Peredaran uang secara langsung tanpa batas  Negara.
ü Kebebasan gerak para pekerja.

3. Bidang sosial Budaya
ü  Masuknya nilai barat yang ditiru bangsa melalui internet, parabola, dll
ü  Memudarnya apresiasi terhadap budaya daerah seperti : hedonisme (kenikmatan sesaat), individualisme (kepentingan diri sendiri), pragmatism (yang menguntungkan), permisif (tidak tahu lagi), dan konsumerisme (senag memakai barang yang kurang berguna).
ü  Lunturnya kepedulian dan kesetiakawanan sosial.
ü  Semakin memudarnya nilai agama.

4. Bidang Hukum dan Pertahanan
ü  Menguatnya supremasi hukum dan HAM.
ü  Semakin banyaknya produk hokum yang memihak kepada kepentingan rakyat.
ü  Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas, kinerja penegak hukum seperti jaksa, hakim, dan polisi.
ü  Menguatnya supremasi sipil menundukkan tentara dan polisi sebatas penjaga keamanan.
ü  Peran masyarakat berkurang dalam menjaga keamanan dan ketertiban karena hal itu menjadi tugas polisi dan tentara.

2.4    Sisi Positif dan Negatif Globalisasi 
No.
Sisi Positif
Sisi negatif
1.
Liberalisasi barang , jasa dan komoditi lainnya memberikan peluang bagi indonesia ikut bersaing merebut pasar perdagangan luar negeri terutama hasilpertanian,tekstil dan baha tambang.Bidang jasa indonesia punya peluang untuk menarik wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam, budaya tradisional yang beraneka ragam.
-Arus masuk perdagangan luar negeri menyebabkan defisit perdagangan nasional.  -Maraknya penyelundupan barang ke indonesia.
-Masuknya wisatawan ke Indonesia melunturkan nilai luhur bangsa.
2.
Ada kecendrungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara berkembang dengan tujuan keuntungan geografis (bahan baku, areal luas, tenaga kerja murah).  Indonesia  memiliki peluang untuk dipilih menjadi tempat baru perusahaan itu.
-perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra perusahaan luar negeri.  Akibatnya industri dalam negeri sulit berkembang.
-Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
-Bila perusahaan asing tersebut nantinya pindah atau pulang kamung maka akan terjadi pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran.

 
3.

Kecenderungan global terbatasnya investasi langsung luar negeri akan memberipeluang bagi pasar modal Indonesia seperti BEJ (Bursa Efek Jakarta) untukmeningkatkan transaksinya tanpa saingan investor asing.


 -Perkembangan perusahaan nasional mejadi lambat karena investasinya lebih banyak malalui bursa efek dari pada mendirikan perusahaan baru.
4.
Peredaran uang secara langsung dan tanpa batas negara memiliki aspek positif, antara lain para pengusaha dapat melakukan transaksi tanpa batas ruang dan waktu, memberi peluang bank Indonesia untuk berebut peluang jasa layanan kartu kredit,transferantar bank, ATM dll.
-Maraknya kejahatan pembobolan rekening bank melaui jaringan online.
-Banyaknya pemalsuan  mata uang baik rupiah maupun asing.
5.
Kebebasan gerak para pekerja yang semakin menggelobal memberikan kesempatan pekerja indonesia untuk memperoleh pekerjaan  di perusahaan asing baik di dalam negeri atau luar negeri.
-Maraknya pekerja ilegal.
-banyaknya pelanggaran HAM terhadap TKI di luar negeri.
6.
Kecenderungan melemahnya negara daat dipakai sebagai alat uji empiris terhadap pemerintah RI sejauh mana pemerintah dapat melakukan lobi diplomatik untuk menyeimbangkan kekuatan dengan negara luar dan maju.
-Gagalnya berbagai program pembangunan nasional karena pemerintah harus memenuhi tuntutan lembaga internasional atau pemilik modal dari luar negeri.
-Maraknya demonstrasi yang berakhir rusuh.
7.
Meski organisasi internasional seperti Bank Dunia, WTO, IMF menunjukkan kecendrungan sangat berkuasa dalam hubungan internasional, namun sisi positifnyaadalah memberi peluang pada menteri ekonomi dan keuangan dan perwakila diluar negeri untu melakukan lobi diplomatik untuk menemukan jalan keluar dalam penyelesaina persoala ekonomi Indonesia.
-Melemahnya posisi tawar-menawar dalam proses dilomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia.
-munculnya rasa ketidak adilan global yang berpengaruh pada sikap apatis dalam pergaulan Internasional.
8.
Distribusi citra (image) dan informasi global terutama malalui media elektronik seperti TV, Video dan Internet memberikan sikap positif : 1) Menjadi sarana pendidikan  bagi orang Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.2) Memudahkan memperoleh barang-barang manufaktur berkat citra global.
-Munculnya sikapmaterialistis, gaya hidup konsumtif dan mentalitas instan.
-Maraknya pornografi dan pornoaksi.
-Melemahnya nilai luhur bangsa.

9.

Globalisasi turisme internasional memberikan sumbangan positif seperti menambah lapangan kerja baru agen perjalanan, meningkatkan pendapatan hotel, transportasi,dll

-Maraknya penyelundupan obat terlarang.
-Maraknya penyakit masyarakat seperti (prostitusi, perdagangan wanita,kawin kontrak).
-Berkembangnya penyakit menular seperti HIV-AIDS, plu Babi.

2.5    Sikap Terhadap Globalisasi :
1.      Mengelola Globalisasi, yang harus dilakukan adalah merumuskan kebijakan politik luar negeri yang lebih realistis dan konstruktif.  Halini dicapai melalui :
a.       Menegaskan kembali ASEAN sebagai pilar utama politik luar negeri Indonesia.
b.      Memfokuskan perhatian indonesia pada kebutuhan untuk mengembangkan interaksi dan hubungan baik dengan Jepang, Korsel, Cina dan India.  Dalam rangka pembentukan pasar bebas Asia Timur (East Asia Free Trade).Memadang penting upaya mengembangkan dengan sesama negara berkembang melalui forum OKI, G7, GNB, Eropa dan AS.
2.       Memperkuat akar kebangsaan, dengan cara berusaha mengeksplorasi kekuatan lokal dari segi pemikiran maupun aksi dalam rangka memberdayakan diri masyarakat Indonesia. 
a.       Dari segi Pemikiran berupaya terus untuk menumbuh kembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) di masyarakat.  Masih banyak masyarakat Indonesia mencari nafkah diluar pertanian, misalnya usaha warung, jasa, pedagang eceran, dll.
b.      Dari segi aksi adalah dengan cara menghidupkan kembali program Inpres desa tertinggal (IDT), Koperasi Kredit, Meningkatkan kualitas Sumber daya manusia (SDM), penggunaan produk dalam negeri, revitalasi kawasan wisata,pembanguan solidaritas bangsa,dll.
c.       Dalam peningkatan SDM selain peningkatan wawasan dan keterampilan perlu dilakukan pengembangan kepribadia melalui :
ü  Penangkalan terhadap kekuatan negatif (kesenangan berlebihan, konsumtif, mentalitas by-pass, dan instant. 
ü  Proses keteladanan 
ü  Perluasanpenggunaan iptek dan keterampilan. 
ü  Peningkatan kehidupanreligius seseorang.
3.      Memamfaatkan globalisasi untuk pembangunan melalui kebijakan ekonomi, pengembangan institusi, serta penyesuaian nilai etika.
4.      Memiliki wawasan global dengan cara tidak menerapkannya secara berlebihan ( gaya hidup).
 
2.6    Implikasi Globalisasi terhadap Bangsa dan Negara :
Semua perubahan itu akan berimplikasi (melibatkan)  pada hal- hal sebagai berikut :
1.    Perumus kebijakan di tingkat nasional, yaitu peningkatan srategi dan langkah- langkah operasional untuk menciptakan iklim yang menguntungkan dunia usaha, aparat penegak hukum, dll.
2.    Daya saing makin banyak maka perlu untuk mempertahankan dan meningkatkan  pasar bagi hasil produksi nasional.
3.    Pemerintah dapat memainkan peran sebagai  fasilitator, bimbingan, kepada cendekiawan dan tenaga ahli untuk meninbgkatkan daya saing dalam kancah internasional.
4.    Bagi dunia Usaha, harus lebih jeli mempelajari peluang yang ada di pasar danmenigkatkan produksi dan daya saing perusahaannya.































DAFTAR ISI