DASAR TEORI
Dalam kehidupan
sehari-hari, kita akan menemukan bahwa benda yang dimasukan ke dalam fluida
seperti air misalnya, memiliki berat yang lebih kecil daripada ketika benda
tidak berada di dalam fluida tersebut. Gaya apung terjadi karena adanya
perbedaan tekanan fluida pada kedalaman yang berbeda. Semakin dalam fluida (zat
cair), semakin besar tekanan fluida tersebut. Ketika sebuah benda dimasukkan ke
dalam fluida, maka akan terdapat perbedaan tekanan antara fluida pada bagian
atas benda dan fluida pada bagian bawah benda. Fluida yang terletak pada bagian
bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar daripada fluida yang berada di bagian
atas benda.
fluida yang
berada dibagian bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar daripada fluida
yang terletak pada bagian atas benda. Hal ini disebabkan karena fluida yang
berada di bawah benda memiliki kedalaman yang lebih besar daripada fluida yang
berada di atas benda (h2 > h1).
Prinsip
Archimedes menyatakan bahwa :
Ketika
sebuah benda tercelup seluruhnya atau sebagian di dalam zat cair, zat cair akan
memberikan gaya ke atas (gaya apung) pada benda, di mana besarnya gaya ke atas
(gaya apung) sama dengan berat zat cair yang dipindahkan.
Mengapung, Melayang, dan Tenggelam
a. Mengapung
Sebuah
benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan terapung jika berat benda (w)
lebih kecil dari gaya ke atas (Fa). Misalnya, jika sebuah
batang kayu dijatuhkan ke dalam air, mula-mula kayu tersebut akan masuk seluruhnya ke dalam
air, selanjutnya kayu tersebut akan muncul ke permukaan air dan hanya sebagian
kayu yang masuk ke dalam air. Dalam keadaan demikian, gaya ke atas pada kayu
lebih besar dengan berat kayu (Fa > w).
b.
Melayang
Sebuah
benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan melayang jika berat benda (w) sama
dengan gaya ke atas (Fa) atu benda tersebut tersebut dalam keadaan setimbang.
Misalnya, masukkan sebutir telur ke dalam wadah berisi air, telur
tersebut akan tenggelam. Kemudian, larutkan garam dapur ke dalam air. Setelah
air tenang, perlahan-lahan telur tersebut naik dan akhirnya melayang. Ketika
telur tenggelam, gaya apung tidak cukup kuat menahan telur untuk mengapung atau
melayang. Setelah ditambahkan garam dapur, massa jenis air menjadi sama dengan
massa jenis telur. Oleh karena itu, telur melayang. Gaya apung telur sama
dengan beratnya (Fa = w).
c. Tenggelam
Sebuah
benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan tenggelam jika berat benda (w)
lebih besar dari gaya ke atas (Fa). Misalnya, uang logam akan tenggelam
jika dimasukkan ke dalam air. Pada logam, sebenarnya terdapat sebuah gaya
apung, tetapi gaya ini tidak cukup kuat untuk menahan uang logam melayang atau
mengapung. Jadi dalam keadaan tenggelam, gaya apung yang bekerja pada suatu
benda lebih kecil daripada berat benda (Fa < w).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar